PROPOSAL BRIKET UNJ PLS
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Alam merupakan penghasil energy terbesar di seluruh jagat ini, termasuk di Bumi. Bumi banyak sekali kandungan energi yang sangat besar akan tetapi energi tersebut lama-kelamaan akan habis pula dengan seiringnya waktu berjalan. Manusia menggunakan energy tersebut dengan serakahnya, awal mula pada abad ke 20 ditemukannya minyak Bumi dan adanya penemuan mesin yang berbahan minyak bumi yang diperuntukan untuk keperluan produksi. Pada saat itu pula hampir semua orang diseluruh dunia berlomba-lomba untuk mencari kandungan energy tersebut diseluruh tempat di Bumi ini, untuk dieksplorasi secara besar-besaran karena usaha tersebut sangatlah menjajikan. Pada saat sekarang bukan hanya minyak bumi saya yang dicari tetapi sudah merambah ke energi yang lain, yaitu Gas, batu bara, dan panas bumi yang juga dapat menghasilkan energi untuk keperluan produksi maupun kebutuhan jasa seperti transportasi.
Pada saat sekarang dunia mengalami krisis energy yang diprediksi oleh para ahli pada 40 tahun yang mendatang kandungan minyak di dalam bumi akan habis, sedangkan banyak sekali banyak sekali alat produksi yang sangat tergantung kepada minyak bumi sebagai bahan bakarnya begitu juga dengan alat transportasi. Banyangkan apa yang akan terjadi apabila minyak bumi habis, akan terjadi kekacauan di seluruh dunia. Kekacauan tersebut antara lain adalah timbulnya dampak krisis ekonomi yang melanda seluruh dunia, timbulnya bencana kelaparan dimana-mana karena proses distribusi bahan makanan dari satu Negara-kenegara lain tidak bisa dilakukan, padahal setiap Negara tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan negerinya tanpa bantuan Negara lain.
Untuk memperlambat hal tersebut dan memberi waktu kepada para ilmuan untuk menemukan energy yang bisa tergantikan, maka diperlukan inovasi baik itu sekecil apapun akan terasa membantu dalam proses menyelamatkan Bumi. Salah satunya adalah dalam memanfaatkan sisa limbah dari proses produksi meubel seperti serbuk kayu, karena kayu merupakan salah satu sumber daya alam (SDA) yang bisa diperbaharui maka ini merupakan hal yang tepat dalam menghemat penggunaan SDA yang tidak bisa tergantikan seperti minyak bumi karena memerlukan proses ratusan juta tahun untuk mengembalikannya.
Briket merupakan salah satu jalan alternativenya, briket merupakan bahan pengganti minyak atau gas dalam proses memasak. Karena sekarang ini pemerintah mengkonfersi dari minyak tanah ke gas karena minyak tanah sudah jarang diproduksi lagi, tapi karena gas merupakan SDA yang tidak bisa tergantikan maka akan sama saja nantinya. Selain murah dan mudah pembuatannya, karena briket terbuat dari limbah atau sampah seperti daun kering, sekam padi, dan serbuk kayu. Oleh karena itu briket bisa dijadikan sebagai energi alternativ yang bisa digunakan. Dalam segi kegunaan briket tidak kalah dengan energy lain seperti minyak tanah dan gas. Karena itu kami membuat proposal ini agar nantinya program ini bisa dikembangkan dan sosialisasikan keseluruh masyarakat.

B. Pengertian
Bentuk program terdiri dari program “Pelatihan Membuat Briket Dari Serbuk Kayu”. Program ini merupakan program pembelajaran yang sifatnya keterampilan, maka bentuk yang cocok dan sesuai untuk pelajaran ini adalah pelatihan.

C. Tujuan
Tujuan dari program ini adalah untuk mengurangi dampak dari penggunaan energi bumi yang berlebihan, karena masih ada sisa limbah dari proses produksi penggunaan energi tersebut yang terbuang percuma tanpa adanya pengolahan yang lebih lanjut. Dengan mengolah limbah tersebut menjadi briket maka kita akan memperlambat proses kerusakan bumi.

BAB II
RUANG LINGKUP PROGRAM
A. Organisasi penyelenggara
Penyelenggara dari program ini adalah Jurusan Pendidikan Luar sekolah Universitas negeri Jakarta, yang mempunyai:
Visi
Menjadikan Program Studi (Prodi) yang unggul dalam pengembangan Kaji-Aksi PLS & Mitra pembangunan Pendidikan Luar Sekolah Nasional.
Misi
Untuk merealisir visinya, Program Studi Pendidikan Luar Sekolah memiliki misi sebagai berikut :
1. Mengembangkan Kaji-Aksi PLS dan meningkatkan
produktivitasnya bagi pembangunan pendidikan luar sekolah nasional,
2. Membangun kapasitas Institusi, civitas dan lulusan program Studi
PLS yang berdaya bagi kehidupan,
3. Meningkatkan kualitas layanan pendidikan berbasis spirit
entrepreneur.

B. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai pada program ini adalah, masyarakat yang berusia antara 17 s/d 24 tahun baik putra maupun putri, dengan tingkat pendidikan SMA dan Perguruan tinggi, dan masyarakat yang statusnya menengah kebawah.

C. Nara Sumber :
Nama : Risa Santosa Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Angkatan 2006.
Kompetensi / Kemampuan : Ahli dalam membuat Briket dari serbuk kayu dan menguasai materi.

D. Fasilitas yang dimiliki :
• Sekretariat Rw 06
• Bahan bakunya tersedia dilokasi pelatihan yang berupa
serbuk kayu
• Alat Cetak
• Laptop
• LCD

E. Tempat Pelaksana :
Sekretariat Rw 06 kelurahan Pondok Kelapa kec. Duren Sawit

F. Unti Program :
A. Nama Program
Program pelatihan ini bernama “Pelatihan Membuat Briket Dari Serbuk Kayu”.

B. Bentuk Program
Bentuk program terdiri dari program “Pelatihan Membuat Briket Dari Serbuk Kayu”. Program ini merupakan program pembelajaran yang sifatnya keterampilan, maka bentuk yang cocok dan sesuai untuk pelajaran ini adalah pelatihan.

C. Sasaran
Sasaran warga belajar ini adalah para warga dari Kelurahan Duren Sawit RW.07 (antara 18-56 tahun) yang. Dimana mereka setiap hari berkerja sebagai pengrajin meubel.

D. Tujuan
Tujuan dari program “Pelatihan Membuat Briket Dari Serbuk Kayu” ini adalah keterampilan kecakapan hidup bagi sasaran warga belajar yang berguna dalam membantu masalah dalam mengolah limbah dari proses pembuatan meubel yang terbuat dari kayu, khususnya dalam hal mengolah limbah yang mereka hasilkan agar bisa digunakan untuk keperluan mereka dalam mencari bahan bakar alternative.

E. Pertemuan : 1 kali pertemuan pada tanggal 09 Juni
2009

F. Alokasi Waktu : 2 X 60 menit

G. Standar Kompetensi
Kemampuan mengetahui cara menggunakan alat-alat pembuatan briket dan cara pembuatannya.

H. Kompetensi Dasar
Warga belajar mampu menggunakan alat-alat pembuatan briket dengan baik dan benar, dengan memperhatikan nilai-nilai ketelitian, kecermatan, dan keterampilan dalam menggunakan alat-alat tersebut.

I. Indikator
1. Warga belajar mampu menjelaskan cara menggunakan alat-alat
pembuatan briket.
2. Warga belajar mampu menyebutkan bermacam-macam alat-alat
pembutan briket.
3. Warga belajar mampu mengetahui berbagai manfaat dari
penggunaan briket.
5. Warga belajar mampu memperhatikan nilai-nilai ketelitian, kerapihan,
kecermatan, keuletan, dan kesabaran dengan baik dalam
menggunakan briket.

J. Kegiatan Pembelajaran
1) Kegiatan Awal
• Fasilitator mengkoordinasi warga belajar agar siap menerima
materi
• Fasilitator melakukan brainstorming (curah pendapat) kepada
warga belajar tentang pengetahuan warga belajar tentang
pemanfaatan limbah serbuk kayu
2) Kegiatan Inti
Fasilitator menjelaskan konsep menggunakan alat-alat pembuatan briket.
• Fasilitator memperhatikan alat-alat atau perlengkapan dalam
pelatihan menggunakan alat-alat pembuatan briket.
• Warga belajar memperhatikan penjelasan fasilitator tentang
konsep menggunakan alat-alat dan cara pembuatan briket.
• Warga belajar memperagakan kembali cara menggunakan
alat-alat dan cara pembuatan briket.
• Warga belajar berlatih secara individu dalam menerapkan
keterampilan menggunakan alat-alat dan membuat briket.
3) Kegiatan Penutup
• Fasilitator memberikan kesimpulan tentang konsep menggunakan
alat-alat dan cara pembuatan briket.
• Warga belajar bertanya tentang penjelasan fasilitator yang tidak
di mengerti dalam pelatihan pembuatan briket dari limbah kayu.

K. Metode Pembelajaran
Metode-metode yang tepat untuk digunakan dalam menggunakan alat-alat pertanian modern ini adalah:
1. Metode Ceramah, yang berguna bagi fasilitator dalam menjelaskan
konsep-konsep menggunakan alat-alat dan cara pembuatan briket.
2. Metode Demonstrasi, yang berguna bagi fasilitator dalam
memperagakan keterampilan menggunakan alat-alat dan cara
pembuatan briket..
3. Metode Tanya Jawab, yang berguna bagi warga belajar dalam
bertanya tentang penjelasan fasilitator yang tidak dimengerti.
4. Metode Latihan (pemberian tugas/resitasi), yang berguna bagi
fasilitator dalam mengetahui seberapa jauh keterampilan yang telah
di berikan dapat di kuasai oleh warga belajar dalam membuat briket
yang sudah diberikan oleh fasilitator.

L. Sarana dan Media Pembelajaran
Sarana dan media pembelajaran dalam pelatihan membuat kreasi bahan makanan dan makanan yang terbuat dari singkong, antara lain:
1. Alat-alat pembuatan briket:
• Pipa PVC atau paralon diameter 5 sentimeter dipotong dengan
ukuran panjang 12centimeter
• Batang kayu dengan diameter anatara 3 sampai 4 centimeter dan
panjang 12centimeter sebagai pengepress atau penekan.
• Ember atau wadah
2. Media Pembelajaran
• Modul pelatihan membuat serbuk kayu.
• Catalog untuk diberikan kepada warga belajar.

M. Evaluasi
Untuk mengetahui seberapa jauh warga belajar menguasai pelatihan keterampilan yang di berikan oleh fasilitator adalah melalui uji kompetensi dengan membuat sendiri briket oleh warga belajar tanpa diawasi oleh fasilitator. Dan hasilnya harus sama dengan hasil yang telah dibuat oleh fasilitator.

N. Tindak Lanjut
Warga belajar akan mendapatkan pembinaan bagaimana cara membuat suatu usaha atau penggunaan briket sebagai bahan baker alternative jika minyak tanah atau gas tidak ada.

G. Bahan ajar yang diguanakan : Modul
CARA MEMBUAT BRIKET DARI SERBUK KAYU GERGAJI
CARA MEMBUAT BRIKET DARI SERBUK GERGAJI.ppt

Bahan-bahan :
1. Serbuk kayu
2. Lem kanji kental (jangan terlalu cair)
3. Air
4. Minyak Tanah atau Spirtus
Alat-alat :
1. Pipa PVC atau paralon diameter 5 sentimeter dipotong dengan
ukuran panjang 12 sentimeter
2. Batang kayu dengan diameter anatara 3 sampai 4 centimeter dan
panjang 12 sentimeter
3. Ember atau wadah

Cara membuat:
Bahan utama utama untuk membuat briket, yaitu serbuk kayu masukan kedalam ember setelah itu dicampur dengan lem kanji yang kental lalu berikan sedikit air, perbandingannnya yaitu 5:1, 5 untuk lem kanji dan 1 untuk air. Aduk-aduk sampai adonan tersebut sampai merata semuanya. Masukan adonan tersebut kecetakan yang terbuat dari pipa PVC atau paralon yang telah dipotong dengan ukuran panjang 12centimeter. Tekan adonan tersebut yang sudah dimasukan kedalam cetakan dengan menggunakan batang kayu yang diameternya sama dengan diameter lubang pipa PVC tersebut sampai padat. Lalu keluarkan adonan tersebut dengan menekannya keluar(seperti menekan kue putu). Setelah itu jemur briket tersebut sampai kadar air dalam beriket berkurang atau kering. Setelah briket kering, briket bisa lansung digunakan dengan cara merendamnya kedalam larutan yang mudah terbakar (minyak tanah atau spirtus) selama ±1menit lamanya. Masukan briket tadi yang sudang direndam kedalam tungku, briket siap digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak. Selamat mencoba…

H. Evaluasi :
Untuk mengetahui seberapa jauh warga belajar menguasai pelatihan keterampilan yang di berikan oleh fasilitator adalah melalui uji kompetensi dengan membuat sendiri briket oleh warga belajar tanpa diawasi oleh fasilitator. Dan hasilnya harus sama dengan hasil yang telah dibuat oleh fasilitator. Kemudian masyarak dapat mengemas briket dengan bagus agar bias menghasilkan nilai ekonomi atau nilai jual.
I. Networking :
• Kelurahan Pondok Kelapa
• Rw. 06
• Organisasi kepemudaan yaitu karang taruna

BAB III
TAHAP PERSIAPAN
A. Tahap Persiapan
• Survei
• Pembuatan Proposal
• Perizinan
• Sosialisasi
• Pelaksanaan Program pelatihan

B. Proses Pembelajaran
1. Nara sumber menerangkan atau menjelaskan apa yang dimaksud
dengan Briket, kegunaannya, keunggulannya, alat-alat yang
digunakan serta cara pembuatannya dengan memberikan modul.
2. Nara sumber mempraktekan cara membuat Briket dari serbuk kayu
3. Peserta pelatihan meniru praktek cara membuat Briket dari
serbuk kayu yang sudah dipraktekan nara sumber.

BAB IV
RENCANA PENGGUNAAN ANGGARAN
A. Biaya Oprasional
Biaya Rekruitmen
• Pamflet 300 Eks @ Rp. 300.000,00
• Spanduk 3 x 4 m 2 buah @ Rp. 500.000,00
Bahan dan alat
• Serbu Kayu 2 karung @ Rp. 700.000,00
• Lem Kanji 5 Kg @ Rp. 50. 000,00
• Spirtus 30 liter @ Rp. 300.000,00
• Pipa pvc 30 mtr @ Rp. 800.000,00
Sertifikat Lulusan
• Sertifikat 30 0rg x 5000 @ Rp. 150.000,00
• Penyusunan Laporan Rp. 100.000,00
ATK
• Note Book 35 x 3000 @ Rp. 105.000,00
• Modul 30 x 5000 @ Rp. 150.000,00
• Pena 30 x 2000 @ Rp. 60.000,00
Transport @ Rp. 300.000,00
Konsumsi :
• Peserta 30 x 5000 @ Rp. 150. 000,00
• Panitia 15 x 3000 @ Rp. 45. 000,00
B. Biaya Personal
Modal Usaha
• 1 Kelompok Rp. 150.000,00 x 6 Kelompok @ Rp. 900.000,00

C. Biaya management
Penyusunan Proposal @ Rp. 100.000,00
Pengeluaran Rapat @ Rp. 200.000,00

TOTAL Rp. 4.910.000,00

BAB V
TOLOK UKUR KEBERHASILAN

a. Indicator/ukuran keberhasilan program
1. Warga belajar mampu menjelaskan cara menggunakan alat-alat
pembuatan briket.
2. Warga belajar mampu menyebutkan bermacam-macam alat-alat
pembutan briket.
3. Warga belajar mampu mengetahui berbagai manfaat dari
penggunaan briket.
4. Warga belajar mampu memperhatikan nilai-nilai ketelitian, kerapihan,
kecermatan, keuletan, dan kesabaran dengan baik dalam
menggunakan briket.

b. Jumlah peserta program yang berhasil menyelesaian kegiatan pembelajaran sampai tuntas (bersertifikat)

Bahwasannya peserta yang sudah mengikuti Pelatihan Membuat Briket dari Serbuk Kayu dapat mengaplikasikannya dengan baik dikehidupan sehari-hari. Alhamdulillah hampir semua peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat dikatakan berhasil dengan baik setelah mendapat sertifikat dalam membuat briket dari serbuk kayu.